This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 24 Oktober 2012

3 Dimensi










Perhatikan Gambar dengan seksama

Perumusan, Perencanaan, Penyusunan, Pemantauan - Manajemen Strategi



Manajemen Strategi
Ross dan Michael mengatakan, ”Without a strategy the organization is like a ship without a rudder, going around in circles.” (Arthur & Strickland; chap 1). Penerapan Manajemen Strategi yang tepat dalam suatu unit usaha menghasilkan proses yang produktif dan cost effective, financial return yang berlipat ganda dan berjangka panjang, mengembangkan SDM produktif dan berkomitmen, mewujudkan produk dan jasa yang mampu menghasilkan value terbaik bagi pelanggan. Penerapannya juga dapat mengubah strategi menjadi tindakan, strategi sebagai pusat organisasi, mendorong terjadinya komunikasi yang lebih baik antar karyawan dan manajemen, meningkatkan mutu pengambilan keputusan, peringatan dini, serta mengubah budaya kerja. Perusahaan juga menjadi lebih transparan, informasi dapat diakses dengan mudah, pembelajaran organisasi dipercepat, umpan balik menjadi obyektif, terjadwal, tepat untuk organisasi dan individu. Kendali juga dibutuhkan dalam mengontrol dan menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan, non-keuangan, dan indikator sebab akibat.
Michael Porter; mengidentifikasikan lima kekuatan yang menentukan daya tarik jangka panjang intrinsik sebuah pasar atau segment pasar: pesaing industri, pendatang baru potensial, pengganti, pembeli dan pemasok. Ancaman yang terkandung dalam kekuatan ini adalah:
-      Ancaman rivalitas segmen intens; dianggap tidak menarik jika sudah berisi banyak pesaing yang kuat atau agresif dan cenderung tidak stabil bahkan menurun.
-      Ancaman pendatang baru; segmen yang menarik adalah yang memiliki penghalang untuk masuk yang tinggi dan penghalang untuk keluar yang rendah.
-      Ancaman produk pengganti; sebuah segmen tidak menarik apabila ada pengganti aktual atau potensial untuk produk tersebut.
-      Ancaman daya tawar pembeli yang semakin besar; segmen tidak menarik jika pembeli memiliki daya tawar yang kuat atau semakin besar.
-      Ancaman daya tawar pemasok yang semakin rendah; sebuah segment menjadi tidak menarik jika pemasok perusahaan mampu meningkatkan harga atau mengurangi jumlah barang yang dipasok. (Kotler, Keller 320-321).

Perumusan Strategi
John W.Teets mengatakan, ”Management’s job is not to see the company as it is….but as it can become.” Sharon M.Oster mengatakan, ”A strategy is commitment to undertake one set of actions rather than another.” (Arthur & Strickland; chap 2).
Kerjasama dan sinergi dalam bentuk usaha dengan pola kemitraan antara Inti dan Plasma, Parmono (1996) menyatakan bahwa ada beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam kerja sama yang strategik diantaranya : (1) Masing-masing tetap harus menjaga independensinya. (2) Masing-masing pihak dapat membagi keuntungan dan risiko (shared) terhadap hasil aliansi melalui pengendalian kinerja operasi yang disepakati. (3) Masing-masing pihak memiliki kompetensi inti (core competence) yang sudah teruji menjadi faktor sukses kunci (key success factors). (4) Hubungan kerjasama dalam kerjasama stratejik harus didasarkan atas hubungan timbal balik (reciprocity) dengan berprinsip mempertukarkan atau mengintegrasikan sumber daya bisnis tertentu untuk mendapatkan keuntungan sinergis.
Jadi diperlukan tahapan-tahapan dalam konteks diatas dalam menghasilkan misi, visi, keyakinan dan nilai dasar, dan tujuan institusi. Proses perumusan strategi dilakukan secara bertahap, yaitu:
-      Analisis Eksternal; Terdiri dari analisis lingkungan makro dan mikro. Analisis lingkungan makro bertujuan mengidentifiksasi peluang dan ancaman yang berdampak terhadap value yang dihasilkan perusahaan kepada pelanggan. Obyek pengamatan analisis ini adalah: kekuatan politik dan hukum, kekuatan ekonomi, kekuatan teknologi, kekuatan sosial, faktor demografi.
Analisis eksternal mikro diterapkan pada lingkungan yang lebih dekat dengan institusi yang bersangkutan. Analisis tersebut menyangkut: kekuatan tawar pemasok, ancaman pendatang baru, kekuatan tawar pembeli, ancaman produk atau jasa pengganti.
-      Analisis Internal; Ditujukan untuk merumuskan kekuatan perusahaan seperti: kompetensi yang unik, sumberdaya keuangan yang memadai, keterampilan yang unggul, citra yang baik, keunggulan biaya, kemampuan inovasi tinggi. Juga kelemahan perusahaan seperti: posisi persaingan yang kurang baik, fasilitas yang ‘usang’, kesenjangan kemampuan manajerial, lini produk yang sempit, citra yang kurang baik.
-      Misi; menjelaskan lingkup, maksud atau batas bisnis organisasi, yaitu kebutuham pelanggan apa yang akan dipenuhi oleh organisasi, siapa dan di mana; serta produk inti yang dihasilkan, dengan teknologi inti dan kompetensi inti apa. Misi ditulis sederhana, ringkas, terfokus.
-      Visi; menggambarkan akan menjadi apa  suatu organisasi di masa depan. Ia bersifat sederhana, menumbuhkan rasa wajib, memberikan tantangan, praktis dan realistik, dan ditulis dalam satu kalimat pendek. Visi perlu diperinci dalam berbagai perspektif.
-      Tujuan; pernyataan tentang apa yang akan diwujudkan sebagai penjabaran visi organisasi. Tujuan dijabarkan dalam empat perpektif pula: Apa tujuan yang berkaitan dengan perspektif pelanggan? Apa tujuan yang berkaitan dengan perspektif finansial ? Apa proses bisnis internal yang akan mendukung pencapaian tujuan pelanggan dan finansial? Apa tujuan yang berkaitan dengan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan?
Strategi yang baik umumnya mengikuti kriteria sebagai berikut: konsisten secara intern, realistik, berfokus pada pencarian peluang dan penyelesaian akar masalah, meningkatkan customer value, menonjolkan keunggulan kompetitif, fleksibel, mudah dilaksanakan dalam perusahaan, dan tanggap terhadap lingkungan eksternal.

Perencanaan Strategis
”Effective strategy making begins with a vision of where the organization needs to head!.” (Arthur & Strickland; chap 2). Perencanaan strategis meliputi proses penentuan: sasaran, tolok ukur, target dan inisiatif.
-      Sasaran; adalah kondisi masa depan yang dituju yang bersifat komprehensif: sesuai dengan tujuan dan strateg dengan pedoman pada: hasil tunggal terukur, target atau rentang waktu penyelesaian, faktor-faktor biaya maksimum, spesifik dan kuantitatif.
-      Target; berfungsi memberikan usaha tambahan tetapi tidak bersifat melemahkan semangat, berjangka waktu dua sampai lima tahun agar memberikan banyak waktu untuk melakukan terobosan, membatasi  banyak target, berfokus pada terobosan dalam satu atau dua area kunci, tergantung pada nilai, kesenjangan, ketepatan waktu, hasrat, keterampilan. Target dapat ditentukan dengan menggunakan hasil benchmarking. Benchmarking adalah untuk mendapat informasi praktek terbaik,  untuk membangun suatu kasus yang jelas guna mengkomunikasikan betapa pentingnya mencapai target-target itu.
-      Inisiatif; langkah-langkah jangka panjang untuk mencapai tujuan. Inisiatif tidak harus spesifik pada satu bagian, tetapi dapat bersifat lintas fungsi/bagian, mengindentifikasi hal-hal penting yang harus dilakukan oleh organisasi agar mencapai tujuan, harus jelas agar manajer dan karyawan dapat menentukan rencana yang diperlukan, dan memperkirakan sumberdaya yang diperlukan untuk mendukung pencapaian strategi secara keseluruhan.

Penyusunan Program dan Anggaran
Kenichi Ohmae mengatakan ”Analysis is the critical starting point of strategic thinking.” Sedangkan Laszio Birinyi mengatakan ”Things are always different – the art is figuring out which differences matter.” (Arthur & Strickland; chap 3).
Proses penyusunan program harus dapat menjabarkan inisiatif menjadi beberapa program yang akan dilaksanakan beberapa tahun yang akan datang, memperkirakan investasi yang diperlukan untuk setiap program, menghitung perkiraan penerimaan yang dapat diperoleh dan menghitung perkiraan laba yang akan diperoleh. Penyusunan anggaran bertujuan untuk menentukan kegiatan tahun berikutnya dan sumber daya yang diperlukan. Anggaran disusun berdasarkan iniatif yang telah dirumuskan. Anggaran yang baik adalah: merupakan rencana tindakan terperinci, merupakan rencana satu-dua tahunan, menguraikan biaya yang diperlukan, mengidentifikasi pencapaian terpenting kegiatan tersebut, menyebutkan siapa yang akan bertanggung jawab, sebagai referensi menyusun rencana kinerja individual, ditulis secara singkat namun lengkap, alat untuk memantau kinerja dan diperbarui apabila terjadi perubahan-perubahan.

Pemantauan dan Pengendalian
Charless R.Scott mengatakan, ”Understand what really makes a company ‘tick’.” James Brian Quinn mengatakan, “if a company is not ‘best in world’ at a critical activity, it is sacrificing competitive advantage by performing that activity with its existing technique.” (Arthur & Strickland; chap 4).
Tahap ini membandingkan kinerja dengan target. Berbagai kemungkinan hasil adalah berhasil, gagal, dan variasi diantara keduanya. Prinsip umum dalam pemantauan adalah mengukur kinerja, membandingkan kinerja, melakukan tinjauan ulang,  memberi penghargaan dan mengidentifikasi hasil yang dicapai, mempelajari pengalaman, menyesuaikan dan  menyegarkan strategi, dan melakukan perbaikan. Pemantauan harus diikuti dengan pengendalian.

Get Touring to Prambanan

Photo by: unknown

Malimbu NTB

Photo by: fery jhon sirait (Phone:081237379329)

Dear All People

Now I'm coming.